Mgs Syaiful Padli Dampingi Zuriat Kyai Muara Ogan ke BPN Palembang, Bahas Pulau Kemaro

PALEMBANG – Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Mgs Syaiful Padli ‘diculik’ Zuriat Kyai Muara Ogan, untuk diajak ke BPN Palembang, menindaklanjuti proses protes terhadap tanah Pulau Kemarau yg dikuasai Pemkot Palembang, Senin (24/5/2021).

Mgs Syaiful Padli pun dengan ikhlas ikut rombongan para Zuriat yang mendatangi dirinya di ruang Fraksi PKS DPRD Sumsel.

Dari perwakilan zuriat yang hadir yakni Dede Chaniago, Beni dan zuriat keempat kyai Muara Ogan
Masyayu Komaryah, kakak kandung Ust Yayan.

Rombongan diterima langsung oleh kepala BPN kota Palembang pak Norman dan jajaran

Begitu dirinya dan pihak Zuriat ke BPN Kota Palembang, Mgs Syaiful Padli mengaku mendapatkan fakta baru dari tanah di Pulau Kemaro.

Fakta baru yang dimaksud kata dia, bahwa dari 30 hektar lahan di Pulau Kemaro, sudah 18 hektar yang sudah dilakukan pengukuran. Sehingga dalam waktu dekat akan keluar peta bidang.

“Perlu ada sangahan dari Zuriat supaya peta bidang tidak keluar,” kata Mgs Syaiful Padli.

Menurut dia dengan kondisi ini, membuktikan bahwa Pemkot Palembang tidak mengakomodir keinginan dari para Zuriat.

Menurut dia, seharusnya Pemkot Palembang lebih bijak dengan mengajak diskusi Zuriat yang memiliki tanah Pulau Kemarau dengan adanya bukti surat atas tanah tersebut dan bahkan sudah ada keputusan dari MA terhadap tanah Pulau Kemarau.

Sementara itu, pihak Zuriat yang diwakili Dede Chaniago mengatakan, bahwa mereka tidak akan menguasai tanah tersebut.

Menurut dia, pihaknya hanya ingin menjadikan tanah itu sebagai tanah wakaf produktif sehingga ke depan di Pulau Kemarau akan menjadi destinasi Wisata Religi.

“Dengan dibangun nya masjid dan Islamic Center di tanah pulau Kemarau , dan tentu Pemkot Palembang harus membuka pintu dialog dengan Zuriat kyai Muara Ogan,” kata dia.

Pihaknya akan terus memperjuangkan aspirasi tersebut, sampai pihak Pemkot membuka diri berdiskusi dan berdialog dengan para Zuriat dan mengakomodir keinginan para Zuriat Kyai Muara Ogan.

“Kita terus kawal persoalan ini,” kata dia.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *